Terbentuknya Batuan dan Awal Kehidupan
Masa
Arkeozoikum (Arkean) merupakan masa awal pembentukan batuan kerak bumi yang
kemudian berkembang menjadi protokontinen. Batuan masa ini ditemukan di
beberapa bagian dunia yang lazim disebut kraton/perisai benua. Coba
perhatikan, masa ini adalah masa pembentukan kerakbumi.
Jadi kerakbumi terbentuk setelah pendinginan bagian tepi dari “balon bumi”
(bakal calon bumi). Plate tectonic /
Lempeng tektonik yang menyebabkan gempa itu terbentuk pada masa ini. Lingkungan
hidup mas itu tentunya mirip dengan lingkungan disekitar mata-air panas. Batuan
tertua tercatat berumur kira-kira 3.800.000.000 tahun. Masa ini juga merupakan
awal terbentuknya Indrosfer dan Atmosfer serta awal muncul kehidupan primitif di
dalam samudera berupa mikro-organisma (bakteri dan ganggang). Fosil tertua yang
telah ditemukan adalah fosil Stromatolit dan Cyanobacteria dengan umur
kira-kira 3.500.000.000 tahun.
Jaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)
Kambrium
berasal dari kata “Cambria” nama latin untuk daerah Wales di Inggeris
sana, dimana batuan berumur kambrium pertama kali dipelajari. Banyak hewan
invertebrata mulai muncul pada zaman Kambrium. Hampir seluruh kehidupan berada
di lautan. Hewan zaman ini mempunyai kerangka luar dan cangkang sebagai
pelindung. Fosil yang umum dijumpai dan penyebarannya luas adalah, Alga,
Cacing, Sepon, Koral, Moluska, Ekinodermata, Brakiopoda dan Artropoda
(Trilobit).Sebuah daratan yang disebut Gondwana (sebelumnya pannotia) merupakan
cikal bakal Antartika, Afrika, India, Australia, sebagian Asia dan Amerika
Selatan. Sedangkan Eropa, Amerika Utara, dan Tanah Hijau masih berupa
benua-benua kecil yang terpisah.
Jaman
Ordovisium (500 – 440 juta tahun lalu)
Zaman
Ordovisium dicirikan oleh munculnya ikan tanpa rahang (hewan bertulang belakang
paling tua) dan beberapa hewan bertulang belakang yang muncul pertama kali
seperti Tetrakoral, Graptolit, Ekinoid (Landak Laut), Asteroid (Bintang Laut),
Krinoid (Lili Laut) dan Bryozona. Koral
dan Alaga berkembang membentuk karang, dimana trilobit dan Brakiopoda mencari
mangsa. Graptolit dan Trilobit melimpah, sedangkan Ekinodermata dan Brakiopoda
mulai menyebar.Meluapnya Samudra dari Zaman Es merupakan bagian peristiwa dari
zaman ini.
Jaman
Silur (440 – 410 juta tahun lalu)
Zaman
silur merupakan waktu peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan
darat mulai muncul pertama kalinya termasuk Pteridofita (tumbuhan paku).
Sedangkan Kalajengking raksasa (Eurypterid) hidup berburu di dalam laut. Ikan
berahang mulai muncul pada zaman ini dan banyak ikan mempunyai perisai tulang sebagai pelindung. Selama zaman Silur,
deretan pegunungan mulai terbentuk melintasi Skandinavia, Skotlandia dan Pantai
Amerika Utara
Jaman
Devon (410-360 juta tahun lalu)
Zaman Devon merupakan zaman perkembangan besar-besaran
jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan berahang dan ikan hiu semakin aktif
sebagai pemangsa di dalam lautan. Serbuan ke daratan masih terus berlanjut
selama zaman ini. Hewan Amfibi berkembang dan beranjak menuju daratan. Tumbuhan
darat semakin umum dan muncul serangga untuk pertama kalinya. Samudera
menyempit sementara, benua Gondwana menutupi Eropa, Amerika Utara dan Tanah hijau (Green Land).
Jaman
Karbon (360 – 290 juta tahun lalu)
Reptilia muncul pertama kalinya dan dapat meletakkan
telurnya di luar air. Serangga raksasa muncul dan ampibi meningkat dalam
jumlahnya. Pohon pertama muncul, jamur Klab, tumbuhan ferm dan paku ekor kuda
tumbuh di rawa-rawa pembentuk batubara. Pada zaman ini benua-benua di muka bumi
menyatu membentuk satu masa daratan yang disebut Pangea, mengalami perubahan
lingkungan untuk berbagai bentuk kehidupan. Di belahan bumi utara, iklim
tropis menghasilkan secara besar-besaran, rawa-rawa yang berisi dan
sekarang tersimpan sebagai batubara.
Jaman
Perm (290 -250 juta tahun lalu)
“Perm”
adalah nama sebuah propinsi tua di dekat pegunungan Ural, Rusia. Reptilia
meningkat dan serangga modern muncul, begitu juga tumbuhan konifer dan Grikgo
primitif. Hewan Ampibi menjadi kurang begitu berperan. Zaman perm diakhiri
dengan kepunahan micsa dalam skala besar, Tribolit, banyak koral dan ikan
menjadi punah. Benua Pangea bergabung bersama dan bergerak sebagai satu massa
daratan, Lapisan es menutup Amerika Selatan, Antartika, Australia dan Afrika,
membendung air dan menurunkan muka air laut. Iklim yang kering dengan kondisi
gurun pasir mulai terbentuk di bagian utara bumi.
Sejarah Bandung Purba dan Danau
Bandung
Berdasarkam penelitian ditenggarai
ditemukannya bukti-bukti alam terbentuknya daratan Bandung purba yang sangat berharga. Di
antaranya kars (batu kapur) di Citatah, Padalarang,
Kab. Bandung, sebagai bukti daerah itu pada zaman miosen awal (23 – 17
juta tahun lalu) pantai utara (pantura) ada di sana. Kini kawasan itu
dikenal antara lain dengan Karangpanganten, Karanghawu, Pasir (Bukit Pabeasan),
dll. “Bukti alam purba di Bandung bagian barat itu cukup lengkap,
termasuk peninggalan Danau Bandung
purba,” ujar T. Bachtiar,
anggota Masyarakat Geografi Indonesia (MGI). T. Bachtiar mengeluarkan buku
Bandung Purba (Lindungi Pusaka Bumi Bandung), di Sekretariat Kelompok Riset
Cekungan Bandung (KRCB), Jln. Pajajaran 128, Kota Bandung.
Bandung kota dan
sekitarnya, pada masa lampau merupakan danau yang dikenal dengan Danau Bandung. Keadaan yang sekarang
terlihat merupakan pedataran yang biasa disebut dengan istilah “Cekungan
Bandung” (BandungBasin). Daerah sekitar cekungan tersebut, diperkirakan dahulu
merupakan tepian danau sehingga banyak diperoleh sisa-sisa aktivitas manusia
masa lampau (Koesoemadinata, 2001). Goa pawon,dugaan
goa tersebut pernah dihuni manusia prasejarah pertama kali disampaikan KRBC.
Ketika itu, sekitar dua tahun lalu, sekelompok geolog muda yang terdiri dari
Eko Yulianto, Budi Brahmantyo, Johan Arief, T Bachtiar, dan dibantu oleh
Sujatmiko melakukan penelitian endapat danau Bandung Purba. Namun, tatkala
meneliti endapatn Sungai Cibukur yang letaknya sekitar 200 meter dari Goa
Pawon, mereka menemukan artefak berupa dua buah mata kapak dan satu kapak
genggam.
Jaman
Trias (250-210 juta tahun lalu)
Gastropoda
dan Bivalvia meningkat jumlahnya, sementara amonit menjadi umum. Dinosaurus dan
reptilia laut berukuran besar mulai muncul pertama kalinya selama zaman ini.
Reptilia menyerupai mamalia pemakan daging yang disebut Cynodont mulai
berkembang. Mamalia pertamapun mulai muncul saat ini. Dan ada banyak jenis
reptilia yang hidup di air, termasuk penyu dan kura-kura. Tumbuhan sikada
mirip palem berkembang dan Konifer menyebar.
Benua
Pangea bergerak ke utara dan gurun terbentuk. Lembaran es di bagian selatan
mencair dan celah-celah mulai terbentuk di Pangea.
Mesozoikum
adalah salah satu dari tiga era geologi pada eon Fanerozoikum.
Pembagian waktu menjadi era ini diawali oleh Giovani Arduino pada abad ke-18,
walaupun nama asli yang diberikannya untuk Mesozoikum adalah Sekunder (menjadikan era modern menjadi Tersier).
Era yang berlangsung antara Paleozoikum dan Kenozoikum ini sering pula disebut Zaman
Kehidupan Pertengahan atau Zaman Dinosaurus, mengikuti nama fauna yang dominan pada masa itu. Mesozoikum
ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran
dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran
ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi
penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang
peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini,
dasar-dasar kehidupan modern terbentuk
Jaman Jura (210-140 juta tahun lalu)
Pada zaman ini, Amonit dan Belemnit sangat umum. Reptilia
meningkat Jumlahnya. Dinosaurus menguasai
daratan, Ichtiyosaurus berburu
di dalam lautan danPterosaurus merajai
angkasa. Banyak dinosaurus tumbuh dalam ukuran yang luar biasa. Burung sejati
pertama (Archeopterya)
berevolusi dan banyak jenis buaya berkembang.Tumbuhan Konifer menjadi umum,
sementara Bennefit dan Sequola melimpah pada waktu ini. Pangea terpecah dimana Amerika Utara
memisahkan diri dari Afrika sedangkan Amerika Selatan melepaskan diri dari
Antartika dan Australia.
Jaman
Kapur (140-65 juta tahun lalu)
Banyak dinosaurus raksasa dan reptilia terbang hidup
pada zaman ini. Mamalia berari-ari muncul pertama kalinya. Pada akhir zaman ini
Dinosaurus, Ichtiyosaurus, Pterosaurus, Plesiosaurus, Amonit dan Belemnit
punah. Mamalia dan tumbuhan berbunga mulai berkembang menjadi banyak bentuk
yang berlainan. Iklim sedang mulai muncul. India terlepas jauh dari Afrika
menuju Asia. Jaman ini adalah jaman akhir dari kehidupan biantang-binatang
raksasa.
KenozoikumMasa kenozoikum dikenal juga dengan zaman kehidupan muda karena merupakan masa termuda dalam usia bumi dan masih berlaku sampai sekarang ini. Masa kenozoikum terbagi dalam dua zaman, yaitu zaman tersier dan zaman kwarter. Pada zaman tersier diperkirakan mulai muncul jenis-jenis binatang baru yang merupakan jenis binatang mamalia. Binatang-binatang berukuran besar lambat laun mulai mengalami kepunahan pada zaman ini. Namun pada zaman ini diperkirakan manusia belum ada. Keberadaan manusia baru muncul pada zaman kwarter. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya fosil-fosil manusia yang setelah diperkirakan usianya berada pada kala plestosen. Pada plestosen awal ditemukan fosil pithecanthropus mojokertensis yang usianya diperkirakan 1,9 juta tahun. Fosil meganthropus paleojavanicus yang ditemukan di daerah Sangiran usianya antara 2 sampai 1 juta tahun juga diperkirakan hidup pada zaman kwarter pada kala plestosen awal. Pada masa awal kehidupan manusia, mereka harus menghadapi kondisi alam yang sangat berat. Pada kala plestosen, keadaan bumi belum stabil ditandai dengan sering terjadinya perubahan fisik, yaitu perubahan gerakan bumi baik yang menurun atau pun mengangkat. Pada kala plestosen terjadi tujuh kali perubahan, yaitu empat kali zaman glasial dan tiga kali zaman interglasial.
Zaman
Tersier (65 – 1,7 juta tahun lalu)
Pada
zaman tersier terjadi perkembangan jenis kehidupan seperti munculnya primata
dan burung tak bergigi berukuran besar yang menyerupai burung unta, sedangkan
fauna laut sepert ikan, moluska dan echinodermata sangat mirip dengan fauna
laut yang hidup sekarang. Tumbuhan berbunga pada zaman Tersier terus berevolusi
menghasilkan banyak variasi tumbuhan, seperti semak belukar, tumbuhan merambat
dan rumput. Pada zaman Tersier – Kuarter, pemunculan dan kepunahan hewan dan
tumbuhan saling berganti seiring dengan perubahan cuaca secara global.
Zaman
Kuarter (1,7 juta tahun lalu – sekarang)
Zaman
Kuarter terdiri dari kala Plistosen dan Kala Holosen. Kala Plistosen mulai
sekitar 1,8 juta tahun yang lalu dan berakhir pada 10.000 tahun yang lalu.
Kemudian diikuti oleh Kala Holosen yang berlangsung sampai sekarang. Pada Kala
Plistosen paling sedikit terjadi 5 kali jaman es (jaman glasial). Pada jaman
glasial sebagian besar Eropa, Amerika utara dan Asia bagian utara ditutupi es,
begitu pula Pegunungan Alpen, Pegunungan Cherpatia dan Pegunungan Himalaya. Di
antara 4 jaman es ini terdapat jaman Intra Glasial, dimana iklim bumi lebih
hangat. Manusia purba jawa (Homo erectus yang dulu disebut Pithecanthropus
erectus) muncul pada Kala Plistosen. Manusia Modern yang mempunyai peradaban
baru muncul pada Kala Holosen.Flora
dan fauna yang hidup pada Kala Plistosen sangat mirip dengan flora dan fauna
yang hidup sekarang.
Sejarah Penemuan Fosil Manusia
Purba, Manusia Kera dan Manusia Modern - Teori Perkembangan Evolusi Antar Waktu
Arkeologi Biologi
Secara umum penemuan fosil manusia
dari jaman ke zaman terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia
purba dan manusia modern. Yang perlu diingat adalah bahwa teori ini hanya
dugaan dan tidak terbukti kebenarannya karena teori evolusi telah runtuh. Fosil
manusia lama yang ditemukan bisa saja bukan fosil manusia atau manusia yang
memiliki bentuk ciri tubuh yang unik, atau bahkan hasil rekayasa.
A.
Manusia Kera dari Afrika Selatan
1.
Australopithecus Africanus
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
Australopithecus africanus ditemukan di desa Taung di sekitar Bechunaland ditemukan oleh Raymond Dart tahun 1924. Bagian tubuh yang ditemukan hanya fosil tengkorak kepala saja.
Dua penemuan tersebut ditemukan di daerah Amerika Selatan dengan ciri isi volume otak sekitar 600 cm kubik, hidup di lingkungan terbuka, serta memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter. Kedua fosil menusia kera tersebut disebut australopithecus.
B. Manusia
Purba / Homo Erectus
Sinanthropus pekinensis adalah manusia purba yang fosilnya ditemukan di gua naga daerah Peking negara Cina oleh Davidson Black dan Franz Weidenreich. Sinanthropus pekinensis dianggap bagian dari kelompok pithecanthropus karena memiliki ciri tubuh atau badan yang mirip serta hidup di era zaman yang bersamaan. Sinanthropus pekinensis memiliki volume isi otak sekitar kurang lebih 900 sampai 1200 cm kubik.
Meganthropus palaeojavanicus ditemukan di Sangiran di pulau jawa oleh Von Koningswald pada tahun 1939 - 1941.
Manusia heidelberg ditemukan di Jerman
4.
Pithecanthropus Erectus
Pithecanthropus erectus adalah manusia purba yang pertama kali fosil telang
belulang ditemukan di Trinil Jawa Tengah pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois.
Pithecanthropus erectus hidup di jaman pleistosin atau kira-kira 300.000 hingga
500.000 tahun yang lalu. Volume otak Pithecanthropus erectus diperkirakan
sekitar 770 - 1000 cm kubik. Bagian tulang-belulang fosil manusia purba yang
ditemukan tersebut adalah tulang rahang, beberapa gigi, serta sebagian tulang
tengkorak.
C. Manusia
Modern
Pengertian atau arti definisi manusia modern adalah manusia yang termasuk ke
dalam spesies homo sapiens dengan isi volum otak kira-kira 1450 cm kubik hidup
sekitar 15.000 hingga 150.000 tahun yang lalu. Manusia modern disebut modern
karena hampir mirip atau menyerupai manusia yang ada pada saat ini atau
sekarang.
1.
Manusia Swanscombe - Berasal dari Inggris
2.
Manusia Neandertal - Ditemukan di lembah Neander
3.
Manusia Cro-Magnon / Cromagnon / Crogmanon - Ditemukan di gua Cro-Magnon,
Lascaux Prancis.
Dicurigai sebagai campuran antara manusia Neandertal dengan manusia Gunung
Carmel.
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
4. Manusia Shanidar - Fosil dijumpai di Negara Irak
5.
Manusia Gunung Carmel - Ditemukan di gua-gua Tabun serta Skhul Palestina
6. Manusia Steinheim - Berasal dari Jerman
*foto didapat dari perjalanan ke Museum Geologi Bandung
Daftar
Pustaka



























